Tampilkan postingan dengan label pola-pikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pola-pikir. Tampilkan semua postingan

2010-01-05

Perbedaan Cara Pandang

Sebuah gelas yang berisi setengah, memiliki makna banyak didalamnya. Ketika saya bertanya kepada peserta training disebuah dealer besar Mitsubishi di daerah Pluit dan Serang beberapa waktu lalu , seseorang diantara mereka mengatakan bahwa gelas itu berisi setengah kosong. Seseorang yang lain diantara mereka mengatakan gelasnya berisi setengah penuh. Bahkan ada seseorang diantara mereka memetaforkan air dalam gelas tersebut adalah ilmu yang telah kita peroleh sedangkan gelas adalah batas fikiran kita yang masih setengah kosong. Sehingga sebuah kewajiban dari kita untuk mengisi gelas tersebut dengan ilmu yang berguna sehingga suatu saat gelas itu akan menjadi penuh pada masanya.

Ini bukan perkara gelas yang kosong, air ataupun ilmu yang dimetaforkan oleh peserta training Leadership saya. Akan tetapi dalam hal ini, setiap manusia memiliki banyak pilihan dalam memandang gelas tersebut.

Seseorang boleh memilih bahwa gelas itu setengah isi, seseorang boleh memandang bahwa gelas itu setengah kosong.
Semuanya benar.
Tidak salah. Karena persepsi adalah pilihan kita sebagai manusia.

Demikian pula dengan hakikat kehidupan kita di dunia. Tak jarang banyak kejadian yang menganggap kita duka, malahan bagi seseorang itu adalah suka. Tak sedikit perkara yang menurut kita adalah hadiah justru dalam pandangan yang berbeda itu adalah musibah.

Saya jadi teringat dengan Azzam yang diberi hadiah french kiss oleh Aliana dalam film KCB 1, dimana pada saat itu Aliana yang hedonis menganggap bahwa french kiss adalah hadiah luar biasa bagi seseorang yang spesial baginya, namun hal itu dianggap berbeda bagi seorang Azzam yang agamais. jangankan french kiss, bagi seorang Azzam mencium seseorang yang belum menjadi haknya ibarat melecehkan kesucian wanita.

Perbedaan pandangan, itulah yang sering terjadi dalam hidup kita. perbedaan pandangan yang tak jarang berujung pada pertikaian.

Padahal perbedaan pandangan adalah hal yang alamiah dan anugrah. Bukankah setiap orang memandang setiap peristiwa sesuai dengan pilihan hati mereka. Bukankah kita memilih pandangan dalam peristiwa berdasarkan pengalaman keilmuan dan kehidupan yang diterima oleh masing-masing dari diri kita.

Jadi suatu hal yang wajar ketika perbedaan pandangan terjadi ketika menghadapi suatu peristiwa. Sehingga seharusnya perbedaan pandangan justru memperkaya kita dalam memberikan makna dari sebuah peristiwa.Karena kita bisa mengetahui pandangan orang lain dari sudut pengalaman mereka.

Jika kita merasa hidup kita kurang begitu indah karena banyaknya masalah perbedaan pandangan. Marilah kita mulai sekarang tidak lagi untuk menyalahkan pandangan orang lain. Biarlah seseorang memberikan pandangan sebuah peristiwa berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya sehingga kita bisa memperkaya ilmu kita.

Setelah itu barulah hak kita apakah kita mau menerima atau membuangnya atau bahkan meluruskan pandangan yang berbeda jika memang dipandang salah oleh Hukum Negara maupun Agama yang sudah menjadi Universal View atau pedoman.

Namun selama tidak bertentangan bukan hal yang tabu untuk menerima pendapat orang lain terlebih dahulu walau kemudian kita tidak menggunakan nantinya. Bukankah dengan menghargai pendapat orang lain hidup akan semakin indah?

Karena kita pun ingin dihargai pula , bukan?


Diambil dari DJODI ISMANTO

Menyongsong yang Serba Baru

Di halaman 11 Kompas edisi 2 Januari 2010, muncul iklan setengah halaman tentang pencitraan Pertamina. Ada 8 nilai Pertamina yang disampaikan dalam iklan tersebut. Yaitu: Kebanggaan bangsa, Kerja keras, Semangat Baru, World Class Oil Company, Transformasi, Energi Baru, Pertamina Clean. Dan sepertinya Pertamina ingin menonjokkan ”Kerja Keras” ebagai energi mereka dalam berkiprah.

Well, iklan pencitraan kali ini memang bukan hal baru yang dilakukan BUMN migas ini. Setelah beberapa tahun dikabarkan melakukan pelbagai pembenahan manajemen internal mereka, tahun lalu, Pertamina melakukan gebrakan dengan meluncurkan kampanye bertajuk ”mulai dari nol”. Kampanye ini juga diiringi dengan pembenahan wajah dan peralatan SPBU Pertamina, serta peremajaan awak petugasnya.

Saya mencoba menangkap esensi kampanye tersebut, sepertinya Pertamina ingin membangun citra yang baru, yang ”clean”. Karena, bukan rahasia lagi, bahwa di masa lalu, mesin pompa SPBU Pertamina bisa diutak atik. Akibatnya, volume yang tertera di mesin kerap berbeda dengan yang sejatinya masuk ke tangki bahan bakar mobil konsumen. Tentu saja ini merugikan konsumen.

Nah, kampanye ”mulai dari nol” dan stiker SPBU Pertamina PASTI PAS adalah sebagian dari upaya Pertamina mengubah persepsi publik terhadap perusahaan ini. Contohnya, dengan perubahan wajah SPBU, mesin SPBU yang baru, petugas yang muda dan ramah. Dimulai dengan menyapa pelanggan dengan ramah dan helpful, memberikan ’jaminan’ pada pelanggan bahwa volume bahan bakar yang akurat.

Bagi saya — yang sudah berpuluh tahun menjadi pelanggan SPBU Pertamina – perubahan ini memang layak diapresiasi. Namun, harus diakui perubahannya masih belum seragam terjadi di semua SPBU mereka. Ada sebagian SPBU — yang walau tampilan fisiknya sudah baru – tapi layanannya masih gaya lama: senyumnya kecut atau terpaksa dan sapaannya masih wagu.

Apapun, Pertamina sebagai salah satu aset bangsa, yang mestinya jadi kebanggan bangsa yang sesungguhnya, seperti halnya Petronas Malaysia – yang dulunya belajar dari Pertamina – memang harus berubah. Saat ini Pertamina sedang berubah, dan semestinya bisa lebih cepat lagi. Delapan nilai-nilai korporat Pertamina yang diiklankan hari ini masih berupa janji atau komitmen, dan belum sesungguhnya nyata dirasakan. Bagi saya, baru 1 nilai yang berhasil masuk ke benak saya, yaitu : semangat baru. Bagaimana menurut Anda?



Diambil dari Ventura Elisawati

2009-12-27

Kreatiflah, Gunakan Otakmu dengan Optimal

Diceritakan, Nasarudin Hoja, dipanggil oleh Raja untuk menerima tantangan Raja. Seperti biasa, taruhannya adalah 100 kali cambuk bila Hoja tidak dapat memecahkan teka-teki atau pun tantangan yang diberikan oleh Raja. Sebaliknya Hoja akan menerima 100 keping emas bila dapat memecahkannya. Bertempat di taman terbuka, Raja mengundang seluruh rakyatnya untuk menyaksikan ‘pertarungan’ ini.

Hoja datang tepat waktu dan menghormat Raja dengan takzim. Dengan berdebar Hoja menunggu tantangan apa kiranya yang harus dia selesaikan.

Tepat di tengah-tengah taman, telah tersedia sebuah meja yang di atasnya terdapat sebuah bejana kecil bermulut langsing (seperti botol) berisi penuh dengan air. Tantangannya adalah, Hoja harus meminum air dalam bejana tersebut sampai habis tanpa menyentuh, mengangkat dan menumpahkan isi bejana tersebut

Bukan hanya Hoja yang berdebar-debar mendengar tantangan ini, tetapi seluruh rakyat yang menyaksikan tantangan ini pun ikut berdebar, apalagi mengingat hukuman Raja bila Hoja sampai kalah dalam tantangan ini. Tapi bagaimana mungkin Hoja memenangkannya? Hoja bukanlah penyihir yang dapat menyihir dirinya menjadi kecil untuk dapat masuk ke dalam bejana lalu meminum airnya. Hoja juga bukanlah cenayang yang dapat meminum air dalam bejana hanya melalui pikirannya.

Hoja pun berpikir keras untuk memecahkan tantangan Raja. 100 kali hukum cambuk terngiang di benaknya dan makin mencambuk pikirannya untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, bukan Hoja kalau tidak mampu memecahkan tantangan Raja. Dengan hormat, Hoja menghadap Raja dan mohon berjalan ke pinggir taman serta memohon ijin untuk memetik tanaman yang ada disekitar taman. Dengan senyum kemenangan yang terbayang, Raja mempersilakan Hoja untuk melakukan usahanya.

Sekembalinya, Hoja membawa selembar daun pisang, dengan perlahan dia menuju ke tengah taman di mana meja tempat bejana berada. Dengan perlahan pula, hoja mulai menggulung lembaran daun pisang tersebut menjadi gulungan kecil seperti pipa, dan memasukkannya ke dalam bejana melalui mulut bejana yang kecil hingga sampai ke dasar dan ujung gulungan daun pisang itu tersisa sekitar 3 jari. Kemudian, dengan sedikit merunduk, Hoja mulai meminum air dalam bejana dengan menggunakan gulungan daun pisang yang telah berfungsi menjadi pipa tersebut.

Dan tak diragukan lagi, dalam waktu tidak lebih dari 5 menit, Hoja telah berhasil menghabiskan air dalam bejana tersebut.

Dengan rendah hati, Hoja menghadap Raja. Hulu balang Raja memeriksa bejana, mengangkatnya dari atas meja dan mengarahkan mulut bejana ke bawah guna memastikan tidak ada lagi air yang tersisa. Seketika rakyat bersorak dan bertepuk tangan melihat ‘kecerdasan’ Hoja yang berhasil mengalahkan tantangan Raja.

Sekali lagi, Hoja berhasil!

Seperti dalam sebuah film seri yang ditayangkan tahun 90-an, yang sekarang ditayangkan ulang di stasiun TV berkabel, Mac Giver adalah seorang biasa yang yang penuh dengan ide-ide kreatif. Dengan idenya yang kreatif, Mac Giver mampu menciptakan peralatan yang canggih untuk melawan musuh atau membebaskan diri. Dimana pun dia berada selalu dapat menggunakan bahan-bahan di sekitarnya untuk menyelesaikan masalahnya. Apakah itu di gudang, di lab, bahkan di terowongan bawah tanah.

Kondisi yang kita hadapi sehari-hari tidak beda dengan yang dialami Mac Gyver ataupun Nasarudin Hoja, hanya mungkin kondisi ‘kritis’ yang kita alami tidaklah se-ekstrim yang mereka alami.

Dimulai dari saat kita berangkat kerja, di perjalanan, mulai mengoperasikan komputer sampai menjelang pulang, pasti kita dihadapkan pada banyak masalah. Sebagain ada yang dapat kita selesaikan. Namun tidak jarang, masalah-masalah tersebut berlalu begitu saja tanpa terselesaikan dan akan muncul kembali keesokan harinya.

Lalu, bagaimana caranya agar kita mampu menemukan solusi dari setiap permasalahan dan tidak membuatnya menjadi masalah yang berlarut-larut?

Mencarinya!

Seperti Hoja dan Mac Gyver, mereka tidak tinggal diam menunggu masalah terselesaikan dengan sendirinya atau melewatkannya begitu saja. Mereka berpikir keras dan mencari cara, apa yang bisa mereka lakukan untuk keluar dari masalah.

Nah, proses pencarian inilah yang mungkin disebut sebagai proses berpikir kreatif. Proses yang mampu menghasilkan ide-ide baru yang mungkin saja salah satunya dapat menyelesaikan masalah.

Artinya sebuah ide dihasilkan dari sebuah proses, bukan datang dengan tiba-tiba. Seberapa pun singkatnya proses itu.

Salah satu cara dapat dilakukan melalui proses Brainstorming.

Ide kreatif menjual teh dalam botol bahkan menjual air putih dalam kemasan, adalah ide brillian yang tidak datang begitu saja, tetapi banyak hal yang melatarbelakangi munculnya ide tersebut. Pada permulaannya pun ide tersebut dipandang sebagai ide yang aneh. Namun, lambat laun menjadi sebuah usaha yang bernilai milyaran rupiah. Dan saat keberhasilan diraih, orang lain pun meniru usaha tersebut. Bener kata ‘tag line’ salah satu iklan “.....others can only follow.....”

Jadi, ide sedotan (limun) pun adalah ide kreatif yang tercipta tidak secara kebetulan. Tetapi lahir dari proses penyelesaian masalah. Dan seringkali ide kreatif memang terlahir dari proses penyelesaian suatu masalah.

Namun jangan salah, menemukan ide kreatif bukanlah hal yang mudah. Mencari dan mencoba lagi dan lagi adalah langkah terbaik dalam usaha menemukan solusi. Orang bijak berkata, tidak ada kesuksesan tanpa adanya kesalahan dan belajarlah dari kesalahan.

Thomas Alpha Edison telah ribuan kali gagal dalam percobaannya. Namun, dengan tekun dan tetap berpikir kreatif dia dapat mengatasi masalahnya, dan hasilnya kita nikmati sampai saat ini.



Oktira Kirana
Training & Talent Development Manager
TNT Indonesia

2009-12-14

Mundur Selangkah dan Menangkan Pertempuranmu

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.

Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedangberdebat.

Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?"

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi."

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan."

Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"

Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"

Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu."

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.

Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. YanHui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia."

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya.Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga.

Confusius tahu isi hati Yan Huidan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."

Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat.

Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur.

Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti. Apakah saya akan membunuh orang?

Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya.Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya.

Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"

Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".

Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."

Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan1 nyawa yang lebih penting?"

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama,murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu."

Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita:

Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangankamu, apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untukprinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan.

Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.

Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
(Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)

Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
(Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)

Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
(Istri tidak mau menghirau kamu, semua harus "do it yourself")

Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
(Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman)

Djodi Ismanto

BlackBerry, Sebuah Mode

Agus, tipe Senior Supervisor yang modis dengan teknologi komunikasi terbaru. Ia membawa smartphone blackberry buatan Canadanya ke meeting, ke diskusi-diskusi, ke kantin saat makan siang, bahkan sampai ke toilet dan ketika didalam mobil dinasnya.

Semuanya itu baik-baik saja, jika Agus memakainya untuk keperluan komunikasi yang tepat, bukan hanya chatting dan sozializing.
Dengan Blackberry, manusia cenderung hidup sendirian dengan mesinnya.

Sejak ditemukannya computer, HP dan internet, kita belum bisa membuat masterpiece setara candi Borobudur 824 M yang pada saat didirikannya tidak menggunakan mur dan baut, apalagi computer dan HP.

Lalu apa aded-value teknologi itu bagi kehidupan kita?
Indonesia tetaplah belum bisa mengekspor sepeda motor sendiri ke luar negeri?

Tindakan bijak apa yang membuat Anda cepat menjadi Manajer atau GM ?
Janganlah minder dan anda tidak akan lambat dipromosikan gara-gara tidak memiliki Blackberry.

Itu hanya mode dunia. Komunikasi terbaik di dunia kerja tetaplah yang personal, verbal, dengan gerak tubuh, visual dan tatap muka.

Perkuat dan berlatihlah skill komunikasi verbal Anda dengan lebih baik, apalagi berkelas empatik.

Leadership adalah tentang human. Jika Anda memiliki teknologi canggih, komunikasi Anda haruslah lebih canggih, lebih kreatif dan lebih memberi added-value bagi kehidupan dan bagi bisnis Anda, bukan?

Source :
Harry "uncommon" Purnama
http://www.mature-leadership.com/

Bagaimana menjadi agar menjadi master bisnis?

Bagaimana menjadi agar menjadi master bisnis? Sama seperti menjadi master (S2) dan juga Doktor (S3), melalui tahapan demi tahapan.

Tahapan yang ditempuh tergantung dari tingkat master yang ingin Anda capai. Berikut langkah-langkahnya:


Tahap 1: Identifikasi

1. Identifikasikan mindset atau sikap yang diperlukan supaya Anda sukses pada bisnis Anda.
Saya jadikan nomor satu, karena mindset atau sikap memegang peranan paling penting dalam keberhasilan sebuah bisnis.

2. Identifikasikan skill atau keterampilan yang Anda butuhkan dalam menjalankan bisnis. Bisnis apa pun itu, tentu mengharus memiliki satu set keterampilan yang diperlukan.

3. Identifikasikan aset atau modal yang dibutuhkan untuk belajar dan untuk investasi Anda.


Tahap 2: Perencanaan

Buatlah rencana bagaimana mendapatkan atau memiliki mindset, keterampilan, dan aset yang diperlukan. Buatlah rencana terfokus, satu tindakan untuk satu tujuan. Jangan sampai mau meraih semuanya dengan satu atau beberapa tindakan. Bahkan bisa jadi satu tujuan memerlukan beberapa tahapan.
Jika Anda mau, silahkan pilih rencana mana yang mau dilakukan sendiri dan rencana mana yang akan dilakukan oleh orang lain, baik oleh bawahan Anda, rekan Anda, atau outsourcing.

Tahap 3: Bertindaklah

Bertindaklah setahap demi setahap. Sama seperti Anda makan sepiring nasi, Anda memakannya sesuap demi sesuap. Anda tidak memasukan satu piring nasi langsung ke dalam mulut Anda. Begitu juga untuk membangun bisnis, lakukan setahap demi setahap. Diperlukan kesabaran, ketekunan, dan komitmen untuk menjadi seorang master.
Sebagai contoh, Anda tidak perlu membaca belasan buku sekali duduk. Anda hanya perlu membaca satu buku setiap pekan, maka dalam satu tahun Anda sudah membaca 52 buku. Anda sudah memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas jika Anda membaca 52 buku pada bidang yang sama.

Selamat menapaki tangga sukses.


[via Rahmat Mr. Power]

2009-11-16

Berkat, Apa itu Berkat?

Berkat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ada 2 (dua) arti pokok mengenai berkat. Pertama diartikan sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa dan doa restu dari orang yang dituakan yang karenanya mendatangkan kebaikan. Sedangkan yang kedua diartikan sebagai sebab atau akibat.

Yang jelas saya tidak akan memperdalam pengertian dari keduanya. Saya hanya akan berbagi pola pikir mengenai berbagi berkat.

Manusia adalah makhluk sosial yang butuh untuk bersosialisasi. Baik dengan anggota keluarga maupun dengan orang lain dalam kelompok ataupun dengan orang lain yang memberikan timbal balik yang seimbang. Dalam saling membutuhkan dan keterikatan ini timbullah adanya timbal balik yang mendatangkan saling menguntungkan. Keuntungan bersama inilah yang akhirnya menjadi sebuah anugerah kebersamaan, sebuah berkat, karunia dari Sang Pencipta.

Sadarkah Anda, ketika Anda berinteraksi dengan seseorang, Anda menjadi berkat bagi orang tersebut? Ataukah Anda selama ini dalam berinteraksi selalu saja menyusahkan orang di sekitar Anda? Cobalah untuk berpikir lebih dalam dan sadarilah bagaimana Anda hidup dan berinteraksi dengan sesama.

Saya tidak akan menghakimi Anda, karena hanya Dia yang memegang hak tertinggi untuk menghakimi. Bila saya menghakimi, saya merendahkan Dia dan menyatakan diri sebagai orang yang paling benar. Saya sadar, ketika saya menunjuk seseorang, jari saya hanya satu yang menunjuk ke orang tersebut sedangkan 3 (tiga) lainnya menunjuk diri saya sendiri.

Mari kita mencoba untuk berkaca dan berintrospeksi. Dan mari kita semakin meningkatkan rasa tanggung jawab kita kepada sekitar kita. Lingkungan kita, orang-orang di sekeliling kita membutuhkan kita. Mari berbagi berkat...