Sekarang ada cara baru pemerkosaan terhadap wanita.
Yang terjadi seperti ini, seorang cewek melihat Ada seorang anak kecil dijalanan sedang menangis. Merasa kasihan, ia menanyakan apa yg terjadi pada anak tersebut.
"Aku tersesat, bisakah mengantarku pulang?"
Lalu anak kecil itu memberikan selembar kertas yg berisikan alamat rumahnya. Karena cewek itu termasuk orang yg baik hati, tidak menaruh curiga apa2 dan membawa anak tersebut ke alamat yg tertera.
Ketika tiba di "rumah" anak kecil itu, ia menekan bel, tiba2 ia kaget karena bel tersebut bertegangan tinggi dan lalu pingsan. Ketika ia terbangun pada hari
berikutnya,ia mendapati dirinya dalam keadaan telanjang dalam sebuah rumah kosong.
Ia tidak pernah melihat wajah penyerangnya. .. Itulah sebabnya sekarang ini penindak kriminal mencari sasaran pada orang2 yg berbaik hati.
Lain kali kalo ada ketemu masalah seperti ini,
JANGAN PERNAH MEMBAWA ANAK KECIL TERSEBUT KE TEMPAT YG DIMINTA ,,, JIKA MASIH TERUS DIDESAK, BAWALAH ANAK
TERSEBUT KE KANTOR POLISI,,,
Anak yg tersesat paling bagus dibawa ke kantor polisi,,,
Tolong sebarkan kepada teman2 kalian semua terutama yg cewek2, istri, adik perempuan... .harap berhati2....
Saya mendapat informasi penting dari seorang kawan. Please soon forward this such news ya!!
Sumber : http://indonesiancommunity.multiply.com/journal/item/1367
2010-02-03
2010-01-13
Doa dalam keraguan?
Cerita menggelikan ini kudengar ketika duduk dibangku SMA dulu. Cerita yang akhirnya tertulis begitu dalam di relung-relung hati. Cerita yang meskipun naif, namun bermakna sangat dalam.
Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara. Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari.
Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan. Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga !
Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ?Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA.
Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya.
Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari –entah sampai berapa hari- menjengkelkan hatinya amat sangat. Amat tidak penting bagi orang lain, tetapi sangat penting bagi dirinya.Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu.
Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik :
“TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu”.
Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur.
Akhirnya, lelaki itu , walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya.
“Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya,
” Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah !!! Tolong Pak…Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak. .!!!”
Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu.“Diam !!”, bentak sang petugas,
”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!”
“Tapi Pak…Sssa..”
Brrrraaaaang !!!!Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan.Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.
Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya.
Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ?? Aku yakin ia disini tadi malam.
“Dia bilang itu buat kamu !!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.
“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran.“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, ”saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu”.
Petugas pun ngeloyor pergi.Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya.Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas.
Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar.
Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.
Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus.
Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa.Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan oleh Surga bagi siapapun yang membutuhkannya.
Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan IA yang menciptakan mereka.
Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku : “Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat” (selesai).
Dari Djodi Ismanto
Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara. Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari.
Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan. Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga !
Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ?Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA.
Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya.
Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari –entah sampai berapa hari- menjengkelkan hatinya amat sangat. Amat tidak penting bagi orang lain, tetapi sangat penting bagi dirinya.Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu.
Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik :
“TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu”.
Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur.
Akhirnya, lelaki itu , walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya.
“Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya,
” Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah !!! Tolong Pak…Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak. .!!!”
Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu.“Diam !!”, bentak sang petugas,
”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!”
“Tapi Pak…Sssa..”
Brrrraaaaang !!!!Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan.Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.
Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya.
Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ?? Aku yakin ia disini tadi malam.
“Dia bilang itu buat kamu !!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.
“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran.“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, ”saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu”.
Petugas pun ngeloyor pergi.Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya.Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas.
Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar.
Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.
Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus.
Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa.Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan oleh Surga bagi siapapun yang membutuhkannya.
Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan IA yang menciptakan mereka.
Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku : “Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat” (selesai).
Dari Djodi Ismanto
2010-01-05
Sosial Media, Mengatur Sebuah Kebebasan
Setiap kegiatan komunikasi, memerlukan strategi dan taktik yang pas, sesuai situasi bisnis yang dihadapi perusahaan. Pastinya, strategi ini diperlukan untuk membantu perusahaan mencapai sasaran bisnisnya. Di tahap awal, ukuran keberhasilan dan sasaran kegiatan komunikasi melalui social media memang belum bisa disamakan dengan media komunikasi tradisional, seperti TV, Koran, radio, dan lainnya. Tapi, secara terintegrasi perusahaan bisa mengaitkan kegiatan social media ini dengan strategi bisnisnya.
Ada komponen dasar – seperti dipaparkan dalam buku SocialCorp — yang perlu dipahami terlebih dahulu, agar program social media yang dilakukan perusahaan dapat berhasil sesuai sasaran.
1. Social media platform : menentukan audience yang tepat, pesan yang akan disampaikan, spokesperson yang sesuai.
2. Social network strategy : Melakukan evaluasi terhadap social media yang ada, seperti Twitter, Facebook, MySpace, dan lainnya, sebagai ‘kendaraan’ yang dipilih perusahaan.
3. Cross-functional implementation : Membuat framework dan proses untuk memastikan bahwa semua fungsi yang relevan di perusahaan berpartisipasi dalam pembuatan, pelaksanaan dan pengelolaan jangka panjang inisiatif kegiatan social media.
4. Tools review : Analisa dan pilih social media tools yang sesuai dengan sasaran perusahaan dan bisa diintegrasikan dengan situasi-kondisi sistem teknologi informasi di dalam perusahaan.
5. Editorial/content strategy : pesan-pesan yang ringan namun secara tepat mampu menerjemahkan pesan perusahaan/ pemasaran.
6. Training : Melakukan pelatihan untuk semua level di dalam organisasi, mengenai strategi media social, filosofi, dan etika serta pemanfaatan social media itu sendiri.
7. Policies : Menyiapkan kode etik pemanfaatan media sosial yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Ini untuk mengurangi risiko, serta untuk memastikan kepatuhan para pelaku social media. Ini penting, karena pada dasarnya setiap individu di dalam perusahaan bisa membuat akun dan melakukan kegiatan social media.
8. Social media analysis : Menyimak kegiatan social media yang dilakukan pesaing, influencers (seperti blogger, dan lainnya) juga rekanan bisnis perusahaan.
9. Social media council : Menyiapkan in-house team yang secara khusus bertugas untuk me-review, merekomendasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan program social media.
10. Measurement : Menyiapkan metode untuk mengevaluasi inisiatif kegiatan social media secara regular.
Yang pasti, strategi social media sebenarnya tidaklah kompleks. Hanya, karena ini relatif masih baru, jadi memerlukan transformasi dari pemikiran tradisional, kreatifitas khusus, pemahaman tentang tools-nya sendiri, serta etika dalam menjalaninya. Dan tentunya, perlu menyeimbangkan antara nilai-nilai ’murni’ social media – yang cenderung bebas dan tak terkontrol – dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan yang mesti dikendalikan.
Diambil dari Ventura Elisawati
Ada komponen dasar – seperti dipaparkan dalam buku SocialCorp — yang perlu dipahami terlebih dahulu, agar program social media yang dilakukan perusahaan dapat berhasil sesuai sasaran.
1. Social media platform : menentukan audience yang tepat, pesan yang akan disampaikan, spokesperson yang sesuai.
2. Social network strategy : Melakukan evaluasi terhadap social media yang ada, seperti Twitter, Facebook, MySpace, dan lainnya, sebagai ‘kendaraan’ yang dipilih perusahaan.
3. Cross-functional implementation : Membuat framework dan proses untuk memastikan bahwa semua fungsi yang relevan di perusahaan berpartisipasi dalam pembuatan, pelaksanaan dan pengelolaan jangka panjang inisiatif kegiatan social media.
4. Tools review : Analisa dan pilih social media tools yang sesuai dengan sasaran perusahaan dan bisa diintegrasikan dengan situasi-kondisi sistem teknologi informasi di dalam perusahaan.
5. Editorial/content strategy : pesan-pesan yang ringan namun secara tepat mampu menerjemahkan pesan perusahaan/ pemasaran.
6. Training : Melakukan pelatihan untuk semua level di dalam organisasi, mengenai strategi media social, filosofi, dan etika serta pemanfaatan social media itu sendiri.
7. Policies : Menyiapkan kode etik pemanfaatan media sosial yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Ini untuk mengurangi risiko, serta untuk memastikan kepatuhan para pelaku social media. Ini penting, karena pada dasarnya setiap individu di dalam perusahaan bisa membuat akun dan melakukan kegiatan social media.
8. Social media analysis : Menyimak kegiatan social media yang dilakukan pesaing, influencers (seperti blogger, dan lainnya) juga rekanan bisnis perusahaan.
9. Social media council : Menyiapkan in-house team yang secara khusus bertugas untuk me-review, merekomendasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan program social media.
10. Measurement : Menyiapkan metode untuk mengevaluasi inisiatif kegiatan social media secara regular.
Yang pasti, strategi social media sebenarnya tidaklah kompleks. Hanya, karena ini relatif masih baru, jadi memerlukan transformasi dari pemikiran tradisional, kreatifitas khusus, pemahaman tentang tools-nya sendiri, serta etika dalam menjalaninya. Dan tentunya, perlu menyeimbangkan antara nilai-nilai ’murni’ social media – yang cenderung bebas dan tak terkontrol – dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan yang mesti dikendalikan.
Diambil dari Ventura Elisawati
Langganan:
Postingan (Atom)